Thursday, February 22, 2018

AKU WONG JOWO NDUE 10 FILOSOFI

10 FILOSOFI WONG JOWO


Tulisan ini saya dapatkan ketika saya sedang mengunjungi salah satu rumah makan baru tak jauh dari rumah, walaupun saya berdarah Jawa Tulen, dan dibesarkan di lingkungan Jawa, namun karena pekerjaan orang tua yang selalu berpindah tugas dari satu pulau ke pulau lainnya, berakibat saya tidak mahir betul berbahasa Jawa.
Tak banyak memang rumah makan didaerah yang mau memasang filosofi atau informasi lain selain menu dan harga yang seharusnya terpampang manis didinding rumah makan mereka.
Saya cukup takjub membacanya, untung ada terjemahan Bahasa Indonesianya, jadi saya cukup mudah memahaminya, mudah-mudahan filosofi wong jowo ini menggugah hati pembaca dan sebagai bahan renungan :
1.  Urip iku Urup
Hidup itu nyala, hidup itu hendaknya memberikan manfaat bagi orang lain, semakin besar manfaat yang bisa diberikan akan semakin baik.
2.  Memayu Hayuning Bawono, Ambrasto Dhur Angkoro
manusia hidup didunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagian dan kesejahteraan serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak.
3.  Suro Diro Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti
Segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar.
4.  Ngluruk Tanpa Bolo, Menang Tanpo Ngasoraken, Sugih Tanpo Bolo
Berjuang tanpa perlu membawa masa, menang tanpa merendahkan, berwibawa tanpa mengendalikan kekuasaan, kekuatan, kekayaan atau keturunan, kaya tanpa didasari tanpa kebendaan.
5.  Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah lamun kelangan
Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri, jangan sedih manakala kehilangan sesuatu.
6.  Ojo Gumunan, Ojo Getunan, Ojo Kagetan, Ojo Aleman
Jangan mudah terheran-heran, jangan mudah menyesal, jangan mudah kolokan atau manja.
7.  Ojo Ketungkal Marang Kalungguhan, Kadunyan lan Kamareman
Jangan terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi.
8.  Ojo Keminter Mundhak Keblinger, Ojo Cidro Mundhak Ciloko
Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah, jangan suka berbuat curang agar tidak celaka.
9.  Ojo Milik Barang Kang Elok, Ojo Mangro Mundhak Kendo
Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah, jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan semangat.
10. Ojo Adigang, Adigung, Adiguno
Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti.
Supaya diakui sebagai wong Jowo dan mempunyai pribadi yang anggun, sepertinya 10 filosofi ini harus diamalkan, monggo…….
#AKUWONGJOWO#FILOSOFIJOWO

Thursday, January 25, 2018

Sinopsis Film Dilan 1990 (2018)

Sinopsis Film Dilan 1990 (2018) Pidi Baiq


Sinopsis Film Dilan 1990 (2018) - Siapa yang sedang menantikan film yang diangkat dari salah satu novel best seller Pidi Baiq? Film Dilan 1990 akan tayang di Bioskop pada Kamis, 25 Januari 2018.Adanya kontroversi di kalangan #DilanGarisKeras yang tidak setuju dalam pemilihan peran utama sebagai sosok Dilan, menjadi bumbu tersediri film ini layak di tonton. 

Sinopsis Film Dilan 1990 Jenis Film : Drama
Produser : Ody Mulya Hidayat
Sutradara : Fajar Bustomi, Pidi Baiq
Penulis : Pidi Baiq, Titien Wattimena
Produksi : MAX Pictures

Pemain 

Iqbaal Ramadhan
Vanesha Prescilla
Giulio Parengkuan
Omara Esteghlal
Teuku Rifnu Wikana
Happy Salma
Ira wibowo
Farhan

Sinopsis

Milea (Vanesha Prescilla) bertemu dengan Dilan (Iqbaal Ramadhan) di sebuah SMA di Bandung. Itu adalah tahun 1990, saat Milea pindah dari Jakarta ke Bandung.

Perkenalan yang tidak biasa kemudian membawa Milea mulai mengenal keunikan Dilan lebih jauh. Dilan yang pintar, baik hati dan romantis, semua dengan caranya sendiri. Cara Dilan mendekati Milea tidak sama dengan teman-teman lelakinya yang lain, bahkan Beni, pacar Milea di Jakarta.

Bahkan cara berbicara Dilan yang terdengar kaku, lambat laun justru membuat Milea kerap merindukannya jika sehari saja ia tak mendengar suara itu.

Perjalanan hubungan mereka tak selalu mulus. Beni, gank motor, tawuran, Anhar, Kang Adi, semua mewarnai perjalanan itu. Dan Dilan dengan caranya sendiri selalu bisa membuat Milea percaya ia bisa tiba di tujuan dengan selamat.

Tujuan dari perjalanan ini. Perjalanan mereka berdua.
Katanya, dunia SMA adalah dunia paling indah.
Dunia Milea dan Dilan satu tingkat lebih indah daripada itu.

Official Trailer


Advertisement
 Thanks for reading Sinopsis Film Dilan 1990 (2018) Pidi Baiq. Please share...!

Filosofi Matematika

Filosofi Matematika



Pernah nggak Anda berpikir…
1. Mengapa PLUS di kali PLUS hasilnya PLUS?
2. Mengapa MINUS di kali PLUS atau sebaliknya
PLUS di kali MINUS hasilnya MINUS?
3. Mengapa MINUS di kali MINUS hasilnya PLUS?
Hikmahnya adalah:
(+) PLUS = BENAR
(-) MINUS = SALAH
1. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu hal yang BENAR adalah suatu tindakan yang BENAR.
Rumus matematikanya :
+ x + = +
2. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu yang SALAH, atau sebaliknya mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang BENAR adalah suatu tindakan yang SALAH.
Rumus matematikanya :
+ x – = –
– x + = –
3. Mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang SALAH adalah suatu tindakan yang BENAR.
Rumus matematikanya :
– x – = +


Pelajaran matematika ternyata sarat makna, yang bisa kita ambil sebagai pelajaran hidup.

Filosofi Pohon Bambu

Filosofi Pohon Bambu



Tahukah anda bahwa pohon bambu tidak akan menunjukkan pertumbuhan berarti selama 5 tahun pertama.

Walaupun setiap hari disiram & dipupuk, tumbuhnya hanya beberapa puluh centimeter saja.
Namun setelah 5 tahun kemudian, pertumbuhan pohon bambu sangat dahsyat & ukuran nya tidak lagi dalam hitungan centimeter melainkan meter.
Lantas sebetulnya apa yang terjadi pada sebuah pohon bambu ???
Ternyata selama 5 tahun pertama, ia mengalami pertumbuhan dahsyat pada akar (BUKAN) pada batang, yang mana daripada itu, pohon bambu sedang mempersiapkan pondasi yang sangat kuat, agar ia bisa menopang ketinggian nya yang berpuluh puluh meter kelak dikemudian hari.

MORAL OF THE STORY

Jika kita mengalami suatu hambatan & kegagalan, bukan berarti kita tidak mengalami perkembangan, melainkan justru kita sedang mengalami pertumbuhan yang luar biasa didalam diri kita. Ketika kita lelah & hampir menyerah dalam menghadapi kerasnya kehidupan, jangan pernah terbersit pupus harapan. Ada pameo yang mengatakan “the hardest part of a rocket to reach orbit is to get through the earth’s gravity” (“bagian terberat agar sebuah roket mencapai orbit adalah saat melalui gravitasi bumi”).

Jika kita perhatikan, bagian peralatan pendukung terbesar yang dibawa oleh sebuah roket adalah jet pendorong untuk melewati atmosphere & gravitasi bumi.
Setelah roket melewati atmosphere, jet pendorong akan dilepas & roket akan terbang dengan bahan bakar minimum pada ruang angkasa tanpa bobot, melayang ringan, & tanpa usaha keras.
Demikian pula dengan manusia, bagian TERBERAT dari sebuah KESUKSESAN adalah disaat awal seseorang MEMULAI USAHA dari sebuah perjuangan, karena segala sesuatu terasa begitu BERAT & PENUH TEKANAN. Namun bila ia dapat melewati batas tertentu, sesungguhnya seseorang dapat merasakan segala kemudahan & kebebasan dari tekanan & beban.

Namun sayangnya, banyak orang yang MENYERAH disaat tekanan & beban dirasakan terlalu berat, bagai sebuah roket yang gagal menembus atmosphere.
Buya Hamka berkata “kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup &  kalau kerja sekedar kerja, kera juga bekerja”. Ketika pohon bambu ditiup angin kencang, ia akan merunduk, tetapi setelah angin berlalu, dia akan tegak kembali, laksana perjalanan hidup seorang manusia yang tak pernah lepas dari cobaan & rintangan.
Maka jadilah seperti pohon bambu !!!
Fleksibilitas pohon bambu mengajarkan kita sikap hidup yang berpijak pada keteguhan hati dalam menjalani hidup, walaupun badai & topan menerpa.
Tidak ada kata menyerah untuk terus tumbuh, tidak ada alasan untuk terpendam dalam keterbatasan, karena bagaimanapun pertumbuhan demi pertumbuhan harus diawali dari kemampuan untuk mempertahankan diri dalam kondisi yang paling sulit sekalipun.
Pastikan dalam hari hari kedepan, hidup kita akan *MENJULANG TINGGI & menjadi PEMBAWA BERKAT* bagi sesama, seperti halnya pohon bambu.

 Disusun oleh Bernardus Niko

Friday, January 19, 2018

Puisi Hujan

Hujan

Oleh : Bernadhus Niko

Ia datang mengguyur bumi,
Membasahi alam ini,
Membawa ketenangan.
Membawa kedamaian.
Membawa kesedihan.
Dan mengembalikan sebuah kenangan.
Tentang sesuatu yang sungguh sulit untuk digapai.
Tentang sesuatu yang rasanya tak pantas untuk diharapkan.

Hujan....
Mengguyur dengan derasnya.
Menciptakan aliran air yang membawa sebuah luka kembali pada pemiliknya.
Ia menghadirkan kembali semua kepedihan yang pernah hilang.
Sungguh indah....
Hujan yang biasa membawa pelangi kini justru membawa pedih.

Sinopsis Cerita Filosofi Kopi

Sinopsis buku dengan Judul "Filosofi Kopi - Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade"




“Filosopi Kopi”
Judul Buku           : Filosofi Kopi - Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade
Pengarang            : Dewi "Dee" Lestari
Penerbit               : Truedee Books, Gagas Media & Penerbit Bentang
Tahun Terbit        : 2006
Cetakan               : Keenam belas, September 2015
Dimensi Buku     : 20 cm
Jumlah Halaman : XIV + 142 Halaman
Jenis Buku          : Fiksi

Sinopsis
Ben dan Jody adalah dua sahabat yang sangat akrab. Sebagai salah satu barista yang terhandal di Jakarta, Ben dibantu oleh Jody mencoba mendirikan suatu kedai kopi dengan nama “Filosofi Kopi Temukan Diri Anda Di Sini”. Ben akhirnya mencoba pergi berkeliling dunia, mencari koresponden di mana-mana demi mendapatkan kopi-kopi terbaik dari seluruh negeri.
Dengan slogan yang dicantumkan pada nama kedai kopinya tersebut, Ben memberikan deskripsi singkat dengan sebuah kartu kecil mengenai filosofi kopi dari setiap ramuan yang disajikan di kedainya tersebut. Kedai tersebut menjadi sangat ramai dan penuh pengunjung. Bahkan mereka yang tidak suka kopi sama sekalipun turut serta menjadi salah satu pelanggan setia di kedai kopi tersebut.
Hingga suatu hari seorang pria kaya raya berkunjung ke kedai kopi tersebut dan dia bertanya kepada Ben di kedai tersebut, “ada tidak kopi yang punya arti: kesuksesan adalah wujud kesempurnaan hidup!.” Pria tersebut menantang Ben untuk membuat sebuah ramuan kopi yang apabila diminum akan membuat kita menahan napas saking takjubnya, dan cuma bisa berkata hidup ini sempurna. Pria itu menjelaskan menawarkan imbalan sebesar 50 juta. Ben merasa tertantang oleh perkataan pria tersebut. Ben mulai bekerja keras sejak saat itu juga danpada akhirnya berhasil membuat ramuan kopi yang menurut ia adalah yag terbaik ia pernah racik dan ia beri nama Ben's Perfecto.
Ben menelepon penantangnya dan kemudian pria itu datang bersama istrinya, pria itu mengeluarkan cek hadiah dan memberikan selamat kepada Ben karena menurut pria tersebut kopi Ben's Perfecto memang sempurna. Sebagai balasannya Ben memberikan kartu filosofi kopi. Kartu itu bertuliskan “Kopi Yang Anda Minum Hari Ini Ben’s Perfecto Artinya Sukses Adalah Wujud Kesempurnaan Hidup”. Sejak saat itu Ben’s perfecto menjadi menu favorit semua langganan kedai kopi milik Ben dan Jody serta sekaligus menjadi daya pikat baru untuk menarik pelanggan baru untuk datang.
Ramuan kopi yang disebut Ben’s Perfecto tersebut menjadi racikan kopi terlezat hingga pada akhirnya seorang pria setengah baya datang berkunjung dan mencicipi kopi Ben’s Perfecto dan mengatakan bahwa rasa kopi tersebut hanya “lumayan enak” dibandingkan kopi yang pernah dicicipinya di suatu lokasi di Jawa Tengah. Ben merasa kaget atas ucapan yang didengar dari pria tersebut. Ben merasa penasaran dengan kopi yang disebutkan oleh pria tersebut. Hingga pada akhirnya Ben dan Jody mencoba langsung menuju lokasi di Jawa Tengah untuk mencari kopi yang dimaksud.
Ben dan Jody segera menuju lokasi warung kopi yang telah mereka dapatkan dan menemukan secangkir kopi tiwus yang disajikan oleh sang pemilik warung tersebut. Ben dan Jody meminum kopi tersebut tanpa berbicara sedikitpun. Kopi tersebut memiliki rasa yang sempurna dan ada cerita serta filosofi yang menarik dari kopi tersebut. Tidak dapat berkata dengan kesempurnaan kopi tersebut Ben merasa telah gagal dan putus asa. Ben yang merasa gagal kembali ke Jakarta dengan putus asa. Untuk mencari tahu cara mengibur temannya, Jody kembali menemui pemilik warung di Jawa Tengah tersebut dan sepulangnya dari sana, dia menghidangkan Ben segelas Kopi Tiwus dan sebuah kartu bertuliskan “Kopi yang anda minum hari ini adalah Kopi Tiwus, walau tak ada yang sempurna, hidup ini indah begini adanya”.
Hingga pada akhirnya Ben sadar bahwa dia selama ini mengambil jalan hidup yang salah, dan Ben juga sadar bahwa hidup ini tidak ada yang sempurna. Dengan demikian Ben kembali sadar dan melanjutkan perjuangan serta hobinya di kedai Filosofi Kopi.

Kesan setelah membaca:
Membaca buku filosofi kopi ini membuat siapa saja yang membacanya dibuat penasaran, hingga buku ini telah mendapatkan berbagai apresiasi terbukti dengan puluhan kali mengalami cetak ulang dengan sampul buku yang berbeda.

Akan tetapi, buku ini berisi kata-kata yang untuk sebagian orang akan sulit dimengerti. sehingga, pembaca harus cukup berpikir untuk memahami maksud cerita dan prosa tersebut.
Namun secara keseluruhan, buku filosofi ini sangat menarik bagi siapapun yang membacanya. pesan yang terkandung didalam setiap cerita dan prosa memiliki moral tersendiri. Seperti pada cerita filosofi kopi, bahwa kita tidak boleh putus asa dalam menjalani kehidupan kita harus berusaha keras untuk mendapatkan hasil yang maksimal namun ketika berhasil tidak boleh sombong terhadap keberhasilan kita tersebut. Karena ada pepatah mengatakan bahwa diatas langit masih ada langit.

Keunggulan Buku :
·         Memberikan banyak pesan moral yang baik
·         Penuh makna.
·         Memberikan pengaruh positif dalam hal untuk tidak mudah menyerah dan tidak sombong.
·         Gaya bahasa dan pemilihan kalimat tidak terlalu rumit dan lebih mudah dipahami.

Kesimpulan Buku :
·         Buku ini sangat bagus di baca untuk kalangan remaja dan dewasa karena memberikan gambaran dan pesan yang baik dalam hal perjuangan meraih impian dan sikap seorang pemenang untuk tidak sombong karena sesuai peribahasa “Diatas langit masih ada langit.”


Disusun Oleh Bernadhus Niko Dwi N.

AKU WONG JOWO NDUE 10 FILOSOFI

10 FILOSOFI WONG JOWO Tulisan ini saya dapatkan ketika saya sedang mengunjungi salah satu rumah makan baru tak jauh dari rumah, wala...